Pemahaman yang memadai terhadap potensi, kecakapan dan karakteristik peserta didik akan berkontribusi dalam bentuk perlakuan, tindakan-tindakan yang bijaksana, tepat sesuai kondisi dan situasi. Pendidik akan menyiapkan dan menyampaikan pelajaran (media, bahan ajar, metode), memberikan tugas, latihan, dan bimbingan disesuaikan dengan kemampuan dan tahap perkembangan peserta didik.
1. Pengertian Individu
Setiap manusia adalah individu atau pribadi yang utuh: tidak dapat dibagi, tidak dapat dipisahkan (rohaniah-jasmaniah), dan bersifat unik (sifat khas yang membedakan setiap individu).
2. Keragaman Karakteristik Individu
Keragaman karakteristik individu mencakup keragaman karakteristik fisik, kepribadian, dan perilaku (berbicara, bertindak, mengerjakan tugas, memecahkan masalah, dsb.).
Keragaman karakteristik peserta didik yang paling penting dipahami guru adalah keragaman dalam kecakapan (ability), dan kepribadian (Makmun, 2009:53).
Menurut Desmita (2014:57) ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan berkaitan dengan karakteristik individual peserta didik, yaitu:
a. Karakteristik yang berkaitan dengan kemampuan awal atau prerequisite skills (kemampuan intelektual, kemampuan berpikir, kemampuan psikomotorik)
b. Karakteristik yang berkaitan dengan latar belakang dan status sosio-kultural.
c. Karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan kepribadian (perasaan, sikap, minat, dsb.).
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Adanya Keragaman Individual:
a. Nature: pembawaan alamiah, karakter yang diwariskan dari keturunan.
b. Nurture: pemeliharaan, pengasuhan, pengaruh lingkungan.
4. Makna Perkembangan Individu
Pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat berdiri sendiri.
- Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan alamiah secara kuantitatif menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
- Perkembangan mencerminkan perubahan psikologis. Kematangan adalah perubahan yang terjadi pada masa-masa tertentu yang merupakan titik kulminasi dari suatu fase pertumbuhan dan merupakan kesiapan awal dari suatu fungsi psikofisik untuk menjalankan fungsinya (Makmun, 2009: 79)
Belajar atau pendidikan dan latihan adalah perubahan perilaku sebagai hasil usaha yang disengaja oleh individu. Kematangan dan pertumbuhan adalah perubahan yang belangsung secara lamiah. Pada batas-batas tertentu perkembangan dapat dipercepat oleh proses belajar.
5. Tahapan Perkembangan
Tabel 1. Tahap Perkembangan Berdasarkan Usia
TAHAP PERKEMBANGAN
|
USIA (TAHUN)
|
Masa usia prasekolah
|
0,0 – 6,0
|
Masa usia sekolah dasar
|
6,0 – 12,0
|
Masa usia sekolah menengah
|
12,0 – 18,0
|
Masa usia mahasiswa
|
18,0 – 25,0
|
Masa usia sekolah dasar sering disebut masa intelektual atau masa keserasian bersekolah. Masa keserasian bersekolah dibagi menjadi dua fase, yaitu:
a. Masa kelas rendah sekolah dasar (kira-kira umur 6/7 tahun sampai 9/10 tahun)
Sifat anak-anak pada masa ini adalah:
- Ada hubungan positif yang tinggi antara kondisi jasmani dengan prestasi, misalnya bila jasmaninya sehat maka banyak mendapatkan prestasi.
- Sikap mematuhi kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.
- Terdapat kecenderungan memuji diri sendiri (menyebut nama sendiri).
- Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain.
- Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka anak akan mengabaikannya karena soal itu dianggap tidak penting.
- Pada masa ini (terutama 6,0 – 8,0 tahun) anak menginginkan nilai (nilai rapor) yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya pantas diberi nilai baik atau tidak.
b. Masa kelas tinggi sekolah dasar (kira-kira umur 9/10 tahun sampai 12/13 tahun)
Kecenderungan sifat anak pada masa ini adalah:
- Memiliki minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret.
- Sangat realistik, ingin mengetahui, dan ingin belajar.
- Menjelang akhir masa ini sudah ada minat kepada hal-hal dan mata pelajaran khusus (mulai menonjolnya faktor-faktor atau bakat-bakat khusus).
- Sampai sekitar umur 11,0 tahun anak memerlukan guru atau orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya.
- Anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajar di sekolah.
- Umumnya anak tidak lagi terikat kepada peraturan permainan tradisional yang sudah ada, mereka membuat peraturan sendiri.
Masa keserasian bersekolah diakhiri dengan suatu masa yang disebut masa poeral. Sifat khas anak-anak pada masa poeral yaitu:
- Diarahkan untuk berkuasa: sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak poeral ditujukan untuk berkuasa; apa yang diidam-idamkannya adalah si kuat, si jujur, si juara, dan sebagainya.
- Ekstraversi: berorientasi keluar dirinya; misalnya, mencari teman sebaya untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. Anak-anak masa ini membutuhkan kelompok-kelompok sebaya. Dorongan bersaing pada mereka besar sekali, karena itu masa ini sering diberi ciri sebagai masa kompetisi sosial.
6. Prinsip-prinsip Perkembangan dan Implikasinya terhadap Pendidikan
Menurut Makmun (2009:85) beberapa prinsip atau hukum perkembangan dan implikasinya dalam pendidikan, yaitu seperti di bawah ini.
Tabel 2. Prinsip Perkembangan dan Implikasinya Terhadap Pendidikan
Prinsip/Hukum Perkembangan
|
Implikasi terhadap Pendidikan
|
a. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembawaan (H: heredity), lingkungan (E: environment), dan kematangan (T: time)
P= f (H,E,T)
|
Pengembangan (penyusunan, pemilihan, penggunaan) materi, strategi, metodologi, sumber, evaluasi belajar hendaknya memperhatikan faktor pembawaan, lingkungan, dan kematangan peserta didik.
|
b. Proses perkembangan itu berlangsung secara bertahap (progresif, sistematik, berkesinambungan)
|
Program (kurikulum) pembelajaran disusun secara bertahap dan berjenjang, yaitu:
1) dari yang sederhana menuju kompleks
2) dari mudah menuju sukar
3) sistem belajar-mengajar diorganisasikan agar terlaksananya prinsip sistematis.
4) mastery learning (belajar tuntas)
5) continous progress (maju berkelanjutan)
|
c. Bagian-bagian dari fungsi-fungsi organisme mempunyai garis perkembangan dan tingkat kematangan masing-masing.
|
Sampai batas tertentu, program dan strategi pembelajaran seyogyanya dalam bentuk:
1) correlated curriculum (kurikulum yang berhubungan)
2) broadfields (ruang lingkup luas)
3) subject matter oriented (berorientasi materi subjek)
|
d. Terdapat variasi dalam tempo dan irama perkembangan antarindividu dan kelompok tertentu (menurut latar belakang, jenis geografis, dan budaya)
|
Program dan strategi pembelajaran, sampai batas tertentu, seyogyanya diorganisasikan agar memungkinkan belajar secara individual di samping secara kelompok (misalnya dengan sistem pengajaran Modula atau SPM)
Terdapat perbedaan kecepatan perkembangan di antara peserta didik, ada yang cepat, normal dan lambat. Guru seyogyanya sampai batas tertentu selain membuat program dan strategi belajar mengajar secara kelompok, juga membuat program dan strategi pembelajaran individual bagi peserta didik.
|
e. Proses perkembangan itu pada awalnya lebih bersifat diferensiasi dan pada akhirnya lebih bersifat integrasi antarbagian dan fungsi organisme.
|
Program dan strategi pembelajaran seyogyanya diorganisasikan agar memungkinkan proses yang bersifat:
1) deduktif-induktif: dari umum ke khusus
2) anilisis-sintesis: mengidentifikasi bagian-bagian kemudian merangkai bagian-bagian menjadi suatu kesatuan.
3) global-spesifik-global : umum-khusus-umum.
|
f. Dalam batas-batas masa peka, perkembangan dapat dipercepat atau diperlambat oleh kondisi lingkungan.
|
Program dan strategi pembelajaran seyogyanya dikembangkan dan diorganisasikan agar merangsang, mempercepat, dan menghindari ekses memperlambat laju perkembangan anak didik.
Pada masa peka (kematangan) anak sangat mudah menerima rangsangan untuk tumbuh berkembang secara cepat. Oleh karena itu program dan strategi
pembelajaran sebaiknya disesuaikan dengan kematangan aspek perkembangan peserta didik.
Usaha pemaksasan terhadap kecepatan tibanya masa peka/kematangan yang terlalu awal akan mengganggu perkembangan tingkah laku anak.
|
g. Laju perkembangan anak berlangsung lebih pesat pada periode kanak-kanak dari periode-periode berikutnya.
|
Lingkungan hidup dan pendidikan kanak-kanak (TK) sangat penting untuk memperkaya pengalaman dan mempercepat laju perkembangannya.
|
7. Tugas-tugas Perkembangan Akhir Masa Kanak-kanak
Apabila individu berhasil menguasai tugas-tugas perkembangan akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa ke arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas perkembangan selanjutnya. Sebaliknya apabila tidak berhasil maka akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan menimbulkan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya.
Tugas perkembangan akhir masa kanak-kanak menurut Havighurts (Hurlock, 2003:10) adalah sebagai berikut ini.
a. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan dan kegiatan fisik.
b. Membangun sikap hidup yang sehat.
c. Belajar bergaul dan bekerja sama dengan teman-teman seusianya.
d. Mulai belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelaminnya.
e. Mempelajari keterampilan-keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.
f. Mengembangkan pengertian-pengertian atau konsep yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
g. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan nilai-nilai.
h. Mempelajari sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga.
i. Mencapai kemandirian pribadi.
8. Identifikasi Keragaman Karakteistik Peserta Didik
Cara mengidentifikasi penguasaan tugas-tugas perkembangan siswa dalam berbagai aspek perkembangan adalah sebagai berikut.
a. Pelajari dan pahami tugas-tugas perkembangan masa akhir kanak-kanak (siswa SD).
b. Jabarkan tugas-tugas perkembangan kepada keterampilan-keterampilan dan pola perilaku yang bersifat operasional.
c. Lakukan obervasi.
Pengamatan guru fokus kepada satu orang atau paling banyak tiga orang. Pengamatan dapat dilakukan terhadap kegiatan atau perilaku peserta didik yang menonjol baik yang positif maupun negatif atau menyimpang dengan cara:
1) menggunakan pedoman observasi.
2) catatan anekdot (tanpa dirancang secara khusus; tanpa pedoman pengamatan; insidental).
d. Lakukan wawancara.
e. Menggunakan angket atau inventori (jika tersedia) untuk mengungkap aspek-aspek kepribadian peserta didik.
f. Menggunakan analisis prestasi belajar, tugas, dan karya peserta didik untuk mengidentifikasi aspek kecakapan dan kepribadian peserta didik.
g. Informasi dari orang tua serta teman-teman peserta didik.
h. Hasil identifikasi dianalisis dan dibuat catatan.
i. Catatan dikembangkan menjadi langkah-langkah pengembangan atau pemecahan masalah, dan tindak lanjut.
9. Implementasi dalam Pembelajaran
Beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam membantu peserta didik mengembangkan prestasi terbaik sesuai dengan potensinya, yaitu:
a. Pahami karakteristik perilaku dan kemampuan anak pada tahap perkembangan usia sekolah seperti mengetahui dan memiliki catatan peserta didik yang perkembangannya lambat, normal atau cepat.
b. Racang strategi pembelajaran yang sesuai dengan keragaman karakteristik peserta didik.
c. Pahami bahwa setiap individu berbeda satu dengan yang lain, oleh karena itu tidak dapat diharapkan peserta didik akan memberikan reaksi yang sama kepada rangsangan lingkungan yang sama (perlu adanya pendekatan individualitas dalam pembelajaran di samping pembelajaran secara klasikal atau kelompok).
d. Ciptakan iklim belajar-mengajar yang kondusif bagi pertumbuhan pribadi peserta didik agar setiap individu dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
e. Bimbing peserta didik untuk menguasai berbagai keterampilan dan kemampuan sesuai dengan tugas dan tahap perkembangannya.
f. Laksanakan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik belajar bergaul, bekerja sama, dan nilai-nilai moral untuk mengembangkan kepribadiannya.
g. Beri peserta didik motivasi agar melakukan apa yang diharapkan dari mereka oleh kelompok sosial pada masa usia sekolah.
.............................................................................................................................................................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar